Tentang Peringatan Bulan PRB


Pendahuluan

Proses pembangunan berkelanjutan bertumpu pada tiga faktor yaitu kondisi sumber daya, kualitas lingkungan dan kependudukan. Pembangunan berkelanjutan hakikatnya merupakan usaha yang disengaja untuk meningkatkan fungsi dan nilai sumberdaya tersebut agar dapat lebih efisien serta berusaha mencari sumberdaya alternatif. Pembangunan ini juga dilakukan dengan mengetahui kualitas lingkungan yang dapat menjadi acuan alat ukur pembangunan. Selain itu, semakin tinggi jumlah penduduk, dapat menyulitkan usaha yang dilakukan untuk memenuhi pembangunan berkelanjutan tersebut.

Bila dikaitkan dengan penanggulangan bencana, pembangunan berkelanjutan memiliki hubungan yang erat. Pembangunan berkelanjutan harus dapat meyakinkan kelangsungan hidup melalui pelestarian fungsi dan kemampuan ekosistem dan tidak merusak lingkungan. Hal ini sejalan dengan prinsip penanggulangan bencana untuk meminimalisasi kerugian termasuk kehilangan jiwa pada individu, masyarakat, maupun negara berupa kerugian yang berkaitan dengan orang, fisik, ekonomi, dan lingkungan. Ini artinya pelestarian ekosistem sangat berpengaruh positif dalam pengurangan pengaruh negatif dari kejadian bencana. Oleh karenanya, kegiatan pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari penanggulangan bencana dapat dikaitkan langsung dengan proses pembangunan berkelanjutan. 

Pengurangan Risiko Bencana (PRB) adalah rangkaian upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisa risiko-risiko dampak bencana terhadap kehidupan dan penghidupan manusia. Setelah berbagai upaya penanggulangan bencana di Indonesia dilaksanakan, telah dirasakan banyak kemajuan dan capaian dalam membangun ketangguhan bangsa melalui upaya PRB. Investasi PRB perlu selalu dilakukan secara fokus dan inklusif dalam pembangunan berkelanjutan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini diperlukan komitmen yang kuat antara Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga usaha.

Sejak Tahun 2009, Badan PBB UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction) telah menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari peringatan PRB Internasional (International Day for Disaster Risk Reduction). Hari Peringatan PRB ini menjadi pengingat bersama atas kemajuan, keberhasilan, dan capaian dalam meningkatkan ketangguhan bencana. Di Indonesia, Bulan Peringatan PRB telah menjadi agenda nasional sejak tahun 2013. Penyelenggaraan peringatan bulan PRB nasional sebelumnya secara berturut adalah Kota Mataram, NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015), Kota Manado, Sulawesi Utara (2016), dan Sorong, Papua Barat (2017).

Pada tahun 2018, BNPB bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menyelenggarakan rangkaian Puncak Peringatan Bulan PRB Nasional tahun 2018 pada tanggal 21– 25 Oktober 2018 dengan mengangkat tema “AKSI SOLIDARITAS UNTUK NTB DAN SULTENG MELALUI KEMITRAAN PEMERINTAH, MASYARAKAT, DAN LEMBAGA USAHA”. Tema ini diangkat sebagai bentuk solidaritas para pelaku penanggulangan bencana di seluruh Indonesia terhadap saudara-saudara di NTB dan Sulteng yang terdampak bencana sekaligus menjadi momentum dan sarana untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kesiapsiagaan dan memperkuat aksi-aksi pengurangan risiko bencana.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kota Medan dan sekitarnya, Provinsi Sumatera Utara.

TUJUAN

Membangun kesadaran bersama sekaligus meningkatkan komitmen seluruh stakeholder untuk  pengurangan risiko bencana dan membangun ketangguhan. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta sebagai ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia sebagai investasi untuk ketangguhan.

MANFAAT

Meningkatkan koordinasi kemitraan antar pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat Indonesia yang bergerak dibidang Penanggulangan Bencana dan memberikan komiten antar pemangku kepentingan di Indonesia serta menghimpun masukan yang membangun dalam rangka perencanaan pembangunan berkelanjutan yang tangguh. terhadap bencana. 

WAKTU & TEMPAT

Tanggal 21-25 Oktober 2018 dan diselenggarakan di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara, yaitu : Kota Medan, Kab. Sibolangit, Kab. Simalungun, Kab.Karo dan Kab.Samosir.

PESERTA

diperkirakan berjumlah lebih dari 3.000 orang, yang terdiri dari Kepala Daerah, DPR/DPD/DPRD, Kementerian/Lembaga, pejabat OPD Provinsi dan Kab/Kota (terutama BPBD Provinsi/Kab/Kota), Penjabat dan staf Organisasi Nasional/Daerah/Internasional, Forum PRB, praktisi kebencanaan, akademisi dari perguruan tinggi, pelaku lembaga usaha, dan tokoh masyarakat.

Penyelenggara Kegiatan:

Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara dan Platform Nasional PRB

Kontak BNPB

Gedung INA DRTG, Kawasan IPSC (Indonesia Peace and Security Center) Bukit Merah Putih, Jl Anyer, Desa Tangkil, Kec. Citeureup-Sentul Bogor-Jawa Barat

Website: www.bnpb.go.id dan www.peringatanbulanprb.net

Email: bulanprb@gmail.com

Kontak BPBD

JL Medan-Binjai, KM 10, 3 No. 8, Medan Krio, Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20351

inadrtg